JNRGYT

Akame ga Kill! memang seharusnya pemerintahan korup itu dibasmi apa yang salah?

Desember 24, 2015
menit
Anime bergenre action fantasy, dan gore yang diproduksi oleh studio White Fox. Anime tahun 2014 ini memiliki 24 episode dan diadaptasi dari manga karya Takahiro. Ceritanya berkisah tentang Tatsumi, seorang pemuda desa yang bergabung dengan kelompok pembunuh bernama Night Raid untuk melawan kekaisaran yang korup.

Akame ga Kill! (2014)

Ini adalah cerita utama yang diselesaikan oleh studio White Fox.
Kisahnya dimulai ketika Tatsumi, pemuda dari desa miskin, pergi ke Ibu Kota untuk mencari uang tapi justru menemukan kebusukan sistem kekaisaran dari dalam: rakyat diperas, orang “berkuasa” bebas menyiksa, dan nyawa manusia murah. Ia lalu direkrut oleh Night Raid, unit pembunuh bayangan milik Revolusioner yang dipimpin Najenda, untuk “menggunting” akar korupsi lewat misi-misi pembunuhan para bangsawan dan pejabat kejam. Di sinilah Tatsumi berlatih, mengenal senjata legendaris Teigu, dan mulai dekat dengan para anggota Night Raid seperti Akame (pendekar pendiam dengan pedang kutukan), Leone (petarung liar yang hangat), Mine (sniper galak yang sebenarnya perhatian), serta rekan-rekan lain namun dunia mereka tidak memberi ruang aman: setiap misi selalu dibayar dengan luka, pengkhianatan, dan kematian yang datang tiba-tiba. Ketika aksi Night Raid makin mengguncang, Kekaisaran membalas dengan membentuk pasukan pemburu Teigu bernama Jaegers yang dipimpin Esdeath, jenderal terkuat berhati dingin yang menikmati perang dan yang kemudian terobsesi pada Tatsumi. Pertarungan pun naik level: bukan sekadar membunuh pejabat busuk, tapi duel hidup-mati antar pemilik Teigu, strategi politik kejam, dan perang psikologis yang menggerus mental para tokoh, Tatsumi perlahan dewasa, dari anak desa yang naif menjadi prajurit yang tahu bahwa “kebenaran” di medan perang sering dibangun di atas darah teman sendiri. Di paruh akhir, konflik memuncak saat Night Raid mencoba menyelamatkan Tatsumi dari eksekusi publik, di tengah kekacauan itu, Mine bertarung habis-habisan dan akhirnya sempat mengakui perasaannya pada Tatsumi sebelum gugur, meninggalkan Night Raid makin terkoyak namun juga makin nekat mengejar akhir perang. Setelah itu tinggal sedikit yang tersisa untuk misi terakhir: menumbangkan inti kekuasaan yang dikendalikan Perdana Menteri Honest dan Kaisar muda yang dimanipulasi. Pada episode-episode pamungkas, istana berubah jadi neraka ketika Kaisar dipaksa mengaktifkan Teigu keluarga kerajaan Shikoutazer, senjata raksasa yang mengamuk dan menghancurkan Ibu Kota, Tatsumi dan sekutu-sekutunya bertarung mati-matian, dan pada akhirnya Tatsumi berhasil mematahkan inti Shikoutazer namun saat mesin raksasa itu hampir menimpa warga, ia menghabiskan sisa tenaganya untuk menahan kehancuran dan tewas dalam pelukan Akame. Seusai itu, final benar-benar berdarah: Esdeath menantang Akame duel terakhir, Akame memaksa tubuhnya melampaui batas dengan “trik” pedangnya, Esdeath bahkan memakai jurus pamungkasnya untuk membekukan waktu, tetapi Akame tetap menembus pertahanan itu dan menjatuhkan Esdeath, dalam detik-detik terakhirnya, Esdeath memilih “mengikat” Tatsumi untuk dirinya sendiri dengan es sebelum hancur bersama, seolah menutup obsesi yang tak pernah terbalas. Sementara itu, Leone mengejar Honest yang mencoba kabur, meski Teigu-nya dihancurkan dan tubuhnya ditembaki, Leone tetap menghabisi sang tiran dengan brutal, menuntaskan misi Night Raid lalu, setelah perang usai dan Night Raid tak lagi dibutuhkan, Leone berpamitan dan akhirnya mati sendirian dengan tenang di tempat ia tumbuh. Pada penutupnya, kemenangan revolusi terasa pahit: Kekaisaran runtuh, tetapi harga yang dibayar adalah hampir seluruh keluarga Night Raid, Akame melangkah pergi membawa luka dan kenangan, sadar bahwa “membunuh demi dunia yang lebih baik” tetap meninggalkan noda yang tak mudah hilang, namun setidaknya pengorbanan mereka membuka jalan agar generasi berikutnya bisa hidup di negara yang tidak dibangun dari jeritan rakyat sendiri.

Akame ga Kill! Theater (ONA/OVA)

Serial animasi pendek/spinoff komedi yang dirilis bersamaan dengan seri utama.
Episode pendek bergaya chibi yang memparodikan cerita utama Akame ga Kill! dengan nada komedi dan santai. Alih-alih fokus pada pertarungan berdarah dan tragedi, serial mini ini menyorot “hari-hari biasa” para anggota Night Raid Akame yang tetap serius tapi sering jadi pusat lelucon karena obsesinya pada makanan, Tatsumi yang jadi korban kekacauan suasana markas, serta Mine, Leone, Lubbock, Sheele, Bulat, hingga Najenda yang bertingkah kocak dalam situasi sepele. Kadang mereka menyinggung peristiwa dari cerita utama, tapi dibelokkan jadi humor, sindiran, atau adegan pecah-pecah (termasuk reaksi berlebihan, salah paham, dan candaan meta). Bahkan pihak lawan seperti Esdeath dan pasukan Kekaisaran juga ikut tampil dalam versi “imut” yang lebih receh, membuat Theater terasa seperti selingan ringan untuk menertawakan karakter-karakter yang biasanya hidup di dunia yang jauh lebih kelam.