Solusi sakit panas pinggang dengan buah manis ijo merah segar
Maret 31, 2023
menit
Saya mau cerita pengalaman yang jujur saja membuat aku sedikit berubah cara memandang “sakit pinggang”. Bukan sekadar pegal karena duduk kelamaan, tapi nyeri yang bikin kepala panas, perut mual, sampai muntah. Tiga hari penuh.
Hari pertama aku masih sok kuat. Pinggang bagian belakang terasa panas, seperti ada bara di dalam tubuh. aku pikir cukup istirahat, tidur, besok juga reda. Ternyata tidak. Hari kedua masih sama, panasnya menetap, nyerinya datang bergelombang, dan aku mulai sadar ini bukan masalah otot biasa. aku ke klinik, lalu divonis batu ginjal. Analisisnya klasik dan masuk akal: kurang minum air.
Saya diberi resep. Obatnya intinya pereda nyeri, mungkin ada tambahan obat untuk membantu gejala. aku minum, nyeri turun, lalu beberapa jam kemudian kambuh lagi. Ini bagian yang jarang dibahas orang: obat kadang bukan “menyembuhkan”, tapi memberi jeda supaya kita bisa bertahan. Dan ketika rasa sakit balik, mental kita ikut kebanting.
Hari ketiga, di titik capek dan jengkel, aku melakukan hal yang dilakukan banyak orang zaman sekarang: buka HP. aku cari artikel, baca pengalaman orang, dan seperti biasa, internet menawarkan dua hal sekaligus: informasi dan jebakan. aku ketemu metode bekam, katanya bisa “menyembuhkan sakit pinggang karena batu ginjal”. aku bahkan sempat tergoda. aku sampai posting di status WhatsApp: minta info bekam spesialis sakit pinggang wilayah Jakarta.
Ini momen di mana aku sadar betapa mudahnya orang yang kesakitan berubah jadi pemburu solusi instan. Ketika sakit menyerang, logika bisa kalah oleh urgensi. Kita jadi ingin percaya apa pun yang terdengar meyakinkan.
Lalu hal yang menarik terjadi. Seorang teman lama, Erwin N, merespons. Bukan dengan promosi terapi, bukan dengan daftar klinik, tapi dengan satu saran sederhana yang awalnya aku anggap remeh: coba makan semangka.
Saya tidak langsung percaya. Semangka? Serius? Tapi aku juga berpikir begini: kalau tidak membantu, paling aku cuma makan buah. aku beli semangka potong kecil. aku makan. Dan kurang dari 30 menit, Alhamdulillah, nyeri pinggang yang tiga hari itu hilang total. Hilang seperti tombol dimatikan.
Saya kaget. aku lanjut beli satu buah semangka utuh, lalu aku habiskan rutin selama kurang lebih seminggu. Sampai hari ini tidak kambuh lagi. aku bersyukur, terutama kepada Allah SWT, dan aku berterima kasih pada teman aku yang memberi saran di saat aku lagi panik.
Tapi setelah rasa sakit hilang dan kepala dingin, aku merasa perlu jujur: pengalaman pribadi yang “berhasil” itu tidak otomatis menjadi bukti bahwa semangka adalah obat batu ginjal. Di sinilah aku ingin lebih tajam.
Nyeri batu ginjal memang bisa datang seperti gelombang dan bisa mereda mendadak ketika batu bergerak atau bahkan keluar. Banyak batu ureter yang kecil memang bisa lewat sendiri, dan penanganan awal sering bersifat konservatif seperti hidrasi dan analgesia. ([Catholic University of America][1]) Jadi mungkin yang terjadi pada aku adalah kombinasi timing, ukuran batu yang memungkinkan lewat, dan satu hal yang paling membosankan tapi paling menentukan: cairan.
Semangka itu lebih dari 90 persen air. Kalau seseorang sulit minum air putih banyak ketika mual, semangka bisa menjadi cara “curang” yang enak untuk memasukkan cairan. Dan cairan ini penting karena mengencerkan urine dan membantu “mendorong” material yang mengganggu supaya tidak makin menumpuk. Anjuran minum cairan juga konsisten muncul di sumber medis resmi: National Kidney Foundation menyarankan minum sekitar 2 sampai 3 quarts cairan per hari, kira kira 8 sampai 12 gelas, untuk membantu pencegahan batu. ([National Kidney Foundation][2]) NIDDK juga menekankan minum 6 sampai 8 gelas air 8 ons per hari, dengan catatan khusus kecuali ada gagal ginjal. ([NIDDK][3])
Jadi kalau aku harus berargumen secara masuk akal, aku tidak akan bilang “semangka menyembuhkan batu ginjal”. aku akan bilang begini: semangka membantu aku meningkatkan asupan cairan dengan cepat, dan pada kasus tertentu, peningkatan cairan bisa membantu proses keluarnya batu yang kecil atau mengurangi konsentrasi urine yang memicu nyeri. Itu penjelasan yang lebih jujur dan lebih aman.
Kenapa aku ngotot soal cara menyimpulkan? Karena batu ginjal bukan penyakit yang boleh diperlakukan seperti mitos. Ada kondisi yang berbahaya dan butuh pertolongan segera. Misalnya nyeri hebat disertai mual muntah terus, demam, menggigil, atau ada darah di urine. Situasi seperti ini sering jadi alasan kuat untuk ke IGD. ([Medical News Today][4]) Dan bila ada batu yang disertai infeksi, ini bisa menjadi “septic stone” yang tidak bisa ditunda karena butuh penanganan cepat. ([Catholic University of America][1])
Ada juga sisi diagnosis yang sering dilupakan. Batu ginjal idealnya dinilai dengan evaluasi medis yang memadai termasuk pemeriksaan dan imaging, bukan sekadar tebak gejala. ([AAFP][5]) Soalnya nyeri pinggang hebat bisa mirip dengan masalah lain, dari infeksi saluran kemih sampai gangguan otot, bahkan kondisi yang lebih serius. Kalau kita salah menebak, kita bisa telat.
Lalu soal bekam yang sempat aku cari. aku tidak merendahkan bekam sebagai praktik tradisional, apalagi kalau orang merasa terbantu untuk pegal otot. Tapi kalau sumber masalahnya batu yang menyumbat saluran kemih, bekam tidak punya mekanisme yang jelas untuk memindahkan batu itu. Risiko terbesarnya bukan “bekamnya”, melainkan rasa percaya diri palsu yang membuat kita menunda pemeriksaan ketika sebenarnya ada tanda bahaya.
Kesimpulan aku sederhana, dan mungkin tidak seindah judul viral. Pengalaman aku nyata, semangka membantu saya, dan aku bersyukur. Tapi pelajaran yang lebih penting adalah ini: solusi yang paling sering diremehkan kadang yang paling kuat, yaitu hidrasi. Dan solusi yang paling menggoda, yaitu klaim “sembuh cepat”, kadang yang paling berisiko jika membuat kita menutup mata dari evaluasi medis.
Kalau kamu mengalami nyeri pinggang seperti saya, apalagi sampai muntah, jangan jadikan cerita aku sebagai resep sakti. Jadikan ini pengingat untuk dua hal: periksa dengan benar, dan perbaiki kebiasaan minum. Semangka bisa jadi alat bantu yang enak untuk menambah cairan, tetapi tetap gunakan akal sehat dan jangan menunda dokter ketika gejala berat muncul.
Semoga bermanfaat, dan semoga kita semua diberi kesehatan.
[1]: https://cua.org/system/files/Guideline-Files/7581_v4.pdf "Canadian Urological Association guideline: Management of ureteral ... - CUA"
[2]: https://www.kidney.org/kidney-health/kidney-stones "Kidney Stones Hub | National Kidney Foundation"
[3]: https://www.niddk.nih.gov/health-information/urologic-diseases/kidney-stones/eating-diet-nutrition "Eating, Diet, & Nutrition for Kidney Stones - NIDDK"
[4]: https://www.medicalnewstoday.com/articles/when-to-go-to-emergency-room-for-kidney-stones "When should people to go to emergency room for kidney stones?"
[5]: https://www.aafp.org/pubs/afp/issues/2019/0415/p490.html "Kidney Stones: Treatment and Prevention - AAFP"
