JNRGYT

Xiaomi 9 kapan ganti ke 17 Series, Mindset Baru Ekosistem

Oktober 25, 2025
menit

Hari berganti hari, tahun berganti tahun, Xiaomi 9 teman sehari-hari yang menemani suka dan duka.

Sekarang sudah tahun 2025, dan dunia terus melaju. Xiaomi 17 telah rilis, sementara Xiaomi 15 saja belum pernah sempat aku miliki. Rasanya hanya bisa memandang dari jauh dan berbisik dalam hati.

Lei Jun melangkah naik dengan senyum yang sulit disembunyikan, seolah ia tahu bahwa setiap detik berikutnya akan mengubah cara orang memandang ekosistem Xiaomi. Judul pidatonya sederhana, “Change”, tetapi terasa seperti janji yang sedang menunggu untuk dipenuhi.

Peluncuran Xiaomi 17 series terasa seperti membuka lembaran baru dalam evolusi smartphone kompak. Xiaomi 17, si tubuh mungil 6.3 inci, hadir dengan percaya diri. Bobotnya hanya 191 gram, tebalnya sedikit di atas 8 mm, dan sudut-sudutnya dibentuk ulang dengan super-elliptical curve yang lebih lembut disentuh. Tidak ada kesan gimmick di sini. Yang ada adalah rasa bahwa ponsel ini ingin menjadi perangkat yang mudah dibawa, enak digenggam, dan tetap mutakhir. Layar tanpa lubang di bagian atas dan perbandingan rasio yang diperhalus membuat tampilan depannya bersih, rapi, dan enak disimak.

Xiaomi tampak ingin mengatakan bahwa kompak tidak harus berarti kompromi. Panel M10 dan material SuperRED yang mereka tanamkan membuat layar ini mencapai puncak kecerahan 3500 nits. Angka yang membuat layar tetap terbaca meski matahari sedang garang. Bahan SuperRED meningkatkan efisiensi cahaya, sehingga warna tampak kuat tanpa membuat baterai merintih. Bagi pengguna yang sering bergerak di luar ruangan, detail kecil ini terasa seperti bentuk perhatian yang jarang disorot tapi sangat berarti.


Masuk ke sektor kamera, Xiaomi 17 membawa spirit Leica Summilux dengan cara yang cukup berani. Sensor Light Fusion 950 beresolusi 50 MP dipadukan dengan aperture f1.67 dan OIS, memberi karakter gambar yang bersih sekaligus natural. Sementara lensa telefoto 60 mm dengan kemampuan close-focus 10 cm membuat detail kecil menjadi cerita tersendiri. Master Portrait Mode versi terbaru terasa lebih matang, menangkap kulit dan rambut tanpa drama berlebih. Tidak ada kesan paksaan. Hanya hasil yang lembut dan enak dipandang, seperti foto analog yang dibawa ke ranah digital.

Namun kejutan terbesar justru datang dari baterai yang mencapai 7000 mAh. Untuk ponsel sekompak ini, angka tersebut terdengar seperti mustahil. Tetapi dari riset Xiaomi Surge Battery generasi baru, energi padat 894 Wh per liter akhirnya memungkinkan wujud baterai besar tanpa tubuh bongsor. Ketahanannya kuat, dan kecepatan pengisian 100W kabel serta 50W nirkabel menyempurnakan pengalaman penggunaan sehari-hari. Dan ya, dukungan USB 3.2 Gen 1 menjaga transfer file terasa cepat tanpa drama loading panjang.

Jika Xiaomi 17 adalah cerita tentang penyempurnaan, maka Xiaomi 17 Pro dan Xiaomi 17 Pro Max adalah bab tempat imajinasi diberi panggung penuh. Xiaomi menyebutnya simetri dua layar, tetapi kenyataannya lebih dari itu. Layar belakang yang dinamai Dynamic Back Display terasa seperti halaman kedua dari sebuah buku cerita yang baru kita buka. Ia menunjukkan jam, wallpaper AI, status pesanan, jadwal, emoji, bahkan peliharaan virtual generasi ketiga bernama Pangda.


Ada sesuatu yang menyenangkan ketika mengetahui bahwa foto hewan peliharaan bisa diolah menjadi wallpaper dinamis di layar belakang. Atau ketika jadwal dan QR code bisa dipin di sana seolah perangkat ini tahu bagaimana membantu pengguna tanpa menginterupsi. Ketika kamera digunakan, layar belakang ini berubah menjadi jendela selfie yang memakai kemampuan kamera utama. Hasilnya lebih tajam dan lebih fleksibel, membuat sesi pemotretan terasa lebih bebas.

Menariknya, ketika layar utama ditutup, perangkat ini berubah seperti konsol genggam retro. Dengan casing khusus yang terhubung via Bluetooth, pengalaman bermain jadi nostalgia yang diramu ulang dalam gaya modern. Rasanya seperti melihat sisi playful dari Xiaomi yang biasanya tersembunyi di balik angka dan spesifikasi.

Di lini layar depan, teknologi M10 dan SuperRED kembali hadir, dan khusus untuk Pro Max, panel piksel independen membuatnya lebih tajam dari layar 2K konvensional sambil menghemat daya. Ditambah Xiaomi Shield Glass 3.0, layar Pro Max terasa seperti armor transparan yang siap menghadapi jatuh maupun gesekan.

Sementara itu, sektor kamera di Pro series membawa ambisi yang lebih jelas. Sensor besar Light Fusion 950L dengan teknologi LOFIC memberikan rentang dinamis 16.5 EV, angka yang mengesankan bahkan untuk standar industri. Pro Max memperkuatnya dengan lensa periskop 5x bersensor setengah inci dan struktur prisma baru yang meningkatkan cahaya masuk hingga 30 persen. Hasil akhirnya adalah kemampuan telefoto yang lebih bertenaga tanpa kehilangan detail.

Teknologi baterai Surge kembali memainkan peran penting. Struktur baterai bertumpuk berbentuk L menghasilkan kapasitas 6300 mAh pada Pro dan 7500 mAh pada Pro Max, tetap tipis tetapi tangguh. Dukungan 100W kabel, 50W nirkabel, serta protokol universal PPS membuat pengalaman pengisian lebih praktis. Fitur UWB menjadikan ponsel ini sebagai kunci mobil pintar dengan cara yang mulus. Semuanya terasa seperti petunjuk bahwa Xiaomi sedang menganyam ekosistem Human x Car x Home lebih rapat dari sebelumnya.

Harga yang ditawarkan pun tetap berada pada zona flagship yang rasional bagi pasar Tiongkok. Varian Xiaomi 17 dimulai dari RMB 4499, sementara Pro dan Pro Max memanjat lebih tinggi sesuai konfigurasi. Semua model siap dijual 27 September 2025 melalui Mi.com, Xiaomi Store, dan berbagai saluran resmi.

Di balik semua cerita produk ini, Xiaomi tetap mengulang misi yang sama. Menjadi sahabat pengguna, menjadi perusahaan yang keren, dan membawa inovasi dengan harga jujur. Dengan lebih dari 731 juta pengguna aktif bulanan perangkat dan hampir satu miliar perangkat AIoT terhubung, perusahaan ini tidak sekadar membuat ponsel, tetapi membangun ekosistem pengalaman hidup.

Pada akhirnya, peluncuran ini bukan sekadar daftar fitur baru. Rasanya seperti melihat Xiaomi menyusun puzzle besar bernama masa depan, satu kepingan demi satu kepingan, menghubungkan manusia dengan rumah dan mobil dalam satu alur yang halus. Perubahannya tidak meledak, tetapi terasa. Dan mungkin itu yang membuatnya menarik:

  1. Xiaomi 17 membuktikan perangkat kompak tetap bertenaga tanpa kompromi.
  2. Dynamic Back Display cara baru berinteraksi dengan ponsel, bukan gimmick.
  3. Teknologi kamera Leica Summilux dan LOFIC imaging ke arah yang lebih sinematik.
  4. Baterai Surge generasi baru membuat kapasitas besar tidak lagi identik dengan perangkat tebal.
  5. Xiaomi merangkai ekosistem masa depan yang menyatu.